Berita

1,74 Juta Penyalah guna Ganja Menduduki Ranking Pertama Dilaporkan ke UNODC Pada Acara Pengisian ARQ Part III Tahun 2019

1
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Berdasarkan Konvensi 1988 Pasal 20 setiap Negara yang menjadi anggota termasuk Indonesia berkewajiban melaporkan tentang permasalahan Narkoba kepada United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) setiap tahun. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai focal point dalam penanggulangan masalah Narkoba melaksanakan pelaporan Annul Report Questionnaire (ARQ) Part III tahun 2019 bekerjasama dengan instansi terkait sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Indonesia dalam penanganan masalah Narkoba di kawasan Internasional. Pelaporan ini melibatkan instansi terkait dikarenakan pengisian formulir ARQ Part III membutuhkan sumber data yang cukup beragam dan akurat, karena jenis data yang harus dimasukkan sangat bervariasi dan detail. Salah satunya yaitu seputar jumlah dan ranking penyalahgunaan Narkoba. Ganja menduduki ranking pertama jenis Narkoba yang banyak disalahgunakan.

Rapat dibuka yang dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian, Data dan Informasi (Kapuslitdatin) Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si, M.H., dilaksanakan tanggal 23 Mei 2019 bertempat di hotel Dafam Teraskita  Jl. M.T. Haryono Kav. 10A Jakarta Timur dihadiri oleh perwakilan dari instansi terkait dan perwakilan dari lingkungan BNN.

Dalam sambutannya Kapuslitdatin Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si, M.H. menyampaikan beberapa hal antara lain : Pentingnya data untuk pelaporan luar negeri salah satunya form ARQ Part I, II, III dan IV ke UNODC, data juga dapat dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan program dan kegiatan baik instansi terkait maupun satuan kerja di lingkungan BNN, dll.   Selain itu juga Kapuslitdatin menyampaikan terimakasih atas kehadiran peserta yang memiliki komitmen tinggi untuk hadir dan mendiskusikan data dan diiharapkan pada rapat ini banyak masukan dari para peserta yang hadir.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel